: - Sunday, 07-03-2021
  • 2 tahun yang lalu / Website resmi CU. Semandang Jaya Hits: 0
Nina bersama Suami dan Anak. Foto: Dok CUSJ

PAGI itu udara di pusat Kecamatan Simpang Dua cukup cerah ( 22 Januari 2020). Kami mengunjungi sebuah toko yang terbilang cukup besar di daerah itu. Seorang ibu sambil mengasuh seorang anaknya,  duduk di depan meja kasir sambil menunggu pembeli yang datang berbelanja. Kami pun disambut dengan ramah dan dipersilakan untuk masuk dan duduk. Tidak lama kemudian, kami di sodorkan  minuman dan snack, sebagai permulaan untuk saling bercengkrama.

Ibu muda ini biasa dipanggil akrabnya Nina atau lengkapnya Benedikta Nina Lestari (35), adalah Istri dari Aloysius Aloy dan ibu dari Mario Alfon Jonatan (anak sulung), Clario Reza (anak ke2), Key Manuela (anak Bungsu). Saat ini mereka berdomisili di Simpang Dua, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Mereka sekeluarga sudah menjadi anggota CU Semandang Jaya  tepatnya di Kantor Cabang Simpang Dua. Keluarga ini termasuk keluarga yang sangat aktif.

Disela obrolan sambil ngopi kami bersama suaminya, Nina bercerita panjang lebar tentang awal memutuskan menjadi anggota CUSJ dan bercerita tentang  usaha yang ia jalani  dari awal sampai sekarang ia geluti. Nina juga memaparkan pengalaman  awal masuk ia menjadi anggota CUSJ. Dari cerita Nina,  pada  tahun 2003 ketika  ia  bekerja di PT. Hutan Raya,  saat itulah kakaknya Erni  yang menikah di Desa Sepotong memasukan Nina sebagai anggota CUSJ KC. Sepotong. Pada waktu itu juga kebetulan suami kakaknya sebagai pengurus di KC. Sepotong. Nina sendiri saat dimasukan sebagai anggota oleh kakaknya belum memahami seperti apa Credit Union itu. Namun setelah mendengar penjelasan kakaknya, banyak sekali manfaat  jika kita menjadi anggota, maka Nina bersedia untuk meneruskan tabungan itu.

Semenjak  menjadi anggota CU, setiap bulan Nina selalu menyisihkan sebagian dari gaji yang diterimanya untuk ditabungkan ke CUSJ, itu rutin ia lakukan setiap penerimaan gaji. Nina sadar bekerja di perusahaan pasti waktu dan kesempatan terbatas, maka penghasilan harus ditabungkan.  Tahun 2005 Nina pindah  kerja ke PT. Harita Prima Abadi Mineral di Simpang Dua. Saat itu pula keanggotan CU Nina di mutasikan ke KC. Simpang Dua. Nina melanjutkan tabungan dengan aktif setiap bulan menyetor.

Tahun 2008 dia menikah dengan Aloysius Aloy asal Batang Tarang. Setelah menikah suaminya juga masuk menjadi anggota CUSJ dengan alasan agar suatu saat kalau sudah melahirkan dapat hadiah dari CUSJ berupa BIM (Bantuan Ibu Melahirkan). Setelah melahirkan ternyata benar Nina mendapatkan hadiah dari CUSJ sebesar Rp.500.000.  uang tersebut langsung ia masukan  lagi ke CUSJ untuk memasukan anaknya yang menjadi anggota.

Seiring waktu dalam menjalani  kehidupan berumah tangga, mereka  aktif menabung di CUSJ.  Hidup tidak bisa berjalan ditempat, itulah yang mereka pikirkan. Tahun 2012 dengan modal sedikit dan melalui Pinjaman di CUSJ, Nina dan suami  mulai merintis usaha beternak ayam daging. Di samping itu juga mereka berkebun sayuran seperti Kangkung, timun, kacang panjang dan Cabe. Semua itu mereka lakukan sendiri, tanpa mengupah orang lain. Dalam perjalanan usahanya banyak orang berkomentar baik dan buruk, namun semuanya di ambil positif oleh Nina dan keluarga.

Seiring usahanya berjalan, ternyata usaha yang mereka geluti mengispirasi orang-orang yang ada disekitarnya. Akhirnya banyak yang menggeluti usaha yang sama seperti yang mereka lakukan.  Kebutuhan akan ayam dan sayur semakin banyak dibutuhkan masyarakat, sehingga semakin hari permintaan semakin banyak, ditambah lagi banyaknya perusahaan yang masuk di sekitar Kec. Simpang Dua.

Melihat permintaan meningkat dan persediaan sayuran terbatas, Nina dan suami kembali berpikir untuk bagaimanna menjadikan kondisi itu sebagai peluang usaha yang harus dilakukan. Mereka pun mulai membeli satu buah mobil Pick Up. Dengan kendaraan tersebut, mereka pun membeli sayur di Pontianak dan menjualnya di Simpang Dua. Disamping menjual sayuran, mereka juga mulai memasukan barang sembako untuk dijual.

Seiring waktu berjalan usaha ini pun semakin berkembang dan meningkat.  Karena Mobil Pick Up muatannya terbatas, permintaan barang semakin bertambah, maka mereka menambah 1 unit lagi kendaraan roda empat yaitu truk dengan bantuan Pinjaman di CUSJ.

Dan sampai lahir anak ke 3, usaha mereka masih terus berkembang pesat. Saat ini saja, omset dari hasil penjualan beternak ayam pedaging sudah mencapai 4 ton perbulan. Dan perputaran uang belanja ditoko sudah mencapai  200  juta perbulan.

Kandang Ayam NIna dan Suami di Simpang Dua. Foto: Dok CUSJ

“Ini semua berkat bantuan CUSJ. Dengan pelayanan yang baik,  mereka selalu memberikan pendampingan kepada anggota, sehingga kami sangat puas dan termotivasi untuk berusaha. Dengan begitu kami merasa sangat bangga menjadi anggota dan tetap akan loyal bersama CUSJ”, ungkap Nina dengan wajah penuh optimis.

Untuk mengembangkan usaha, saat ini Nina sudah memiliki 11 orang  anak buah, sebagai penampung ayam daging di berbagai kampung disekitar  kecamatan Simpang Dua. Dari keuntungan yang diperoleh, Nina tidak lupa untuk selalu menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai anggota CUSJ.  (Ariyanto)

Hits: 94

1 komentar

Markus Ariyanto, Tuesday, 19 May 2020

Inspiratif sekali, sukses buat Anggota dan CU SJ.salam optimis

Reply

TINGGALKAN KOMENTAR