: - Tuesday, 13-04-2021
  • 2 tahun yang lalu / Website resmi CU. Semandang Jaya Hits: 0

Di perkampungan kecil, hiduplah seorang wanita muda nan cantik yang bernama Damia. Suatu hari ia ingin makan tengkuyung. Untuk memenuhi keinginannya, pergilah ia mencari mencari tengkuyung ke sungai yang tidak jauh dari rumah nya.

Ilustrasi by Salvinus Apong

Sepanjang hari ia menelusuri sungai . Sampai ia tak menyadari hari pun sudah larut dan perjalanannya semakin jauh. Saat hendak pulang, baru ia sadar ternyata tidak membawa alat penerangan untuk kembali pulang. Dalam kebingungan, tiba-tiba ia terkejut mendengar suara ayam berkokok. Itu pertanda ada orang di sekitar itu, pikirnya.

Mendengar bunyi itu, ia langsung bergegas menghampiri sumber suara tadi dan berharap mendapatkan bantuan alat penerangan pulang. Setelah dekat, ia melihat sebuah pondok yang dihuni seorang nenek tua.

Ia pun naik ke pondok itu dan memperkenalkan diri. Sementara nenek tua itu menyambut kedatangan Damia dengan ramah. Sesaat dia di pondok itu  nenek tua tersebut menyuruh Damia masak nasi dan masak sayur untuk mereka makan malam. Nenek tua itu memberi beras  dan buah nangka serta seekor ayam untuk di masak.

Setelah masak mereka makan malam. Setelah selesai makan malam, nenek mengajak Damia tidur. Namun sebelum tidur nenek tua berpesan kepada Damia. Kalau sudah tidur nanti jangan ribut karena di sini hanya kita berdua, kata nenek tua itu. Damia pun mendengar nasehat nenek tua tersebut.

Malam pun larut mereka berdua sudah terlelap tidur, sekitar pertengah malam datanglah anak laki-laki nenek tua itu. Rupanya nenek itu adalah neneknya rusa. Namun Damia  ingat pesan nenek  sebelum ia tidur tadi malam sehingga ia diam dan tidak berkata serta bergerak sedikit pun ketika ia mendengar keributan dan kebisingan yang mengganggu tidur mereka malam itu.

Besok pagi nya ia bangun  tidur,  ia bilang dengan nenek rusa bahwa ia akan pulang. sebelum pulang kata nenek rusa kamu masak dan makan dulu. Sementara Damia masak nenek rusa  pergi ke hutan  mencari daun pisang dan kunyit.

Nenek rusa datang dari hutan membawa daun pisang (pisang hutan) dan kunyit untuk bekal kamu pulang kata nenek rusa tadi hanya inilah yang bisa saya berikan padamu kata nenek rusa nenambah ucapannya.

Damia pun mengucapkan terima kasih  atas kebaikan Nenek Rus. Semua barang yang di berikan nenek rusa di masukannya ke dalam pengambinnya dan dibawa pulang.

Damia pamit pulang dengan Nenek Rusa. Sampai di rumahnya, Damia membongkar semua barang-barang yang diberikan oleh nenek rusa. Damia sangat terkejut ketika melihat barang-barang yang nenek rusa berikan kepadanya sudah berubah menjadi barang-barang berharga. Daun yang tadinya adalah daun pisang hutan menjadi kain, sedangkan kunyit menjadi emas. Sesaat Damia melamun, dan aku menjadi kaya pikirnya.

Esok paginya Damia mencuci kain-kain tadi lantas menjemurnya. Temannya yang bengis bernama Dogak datang ke rumahnya. Dimana kamu dapat kekayaan yang seperti ini? tanya Dogak. Damia menceritakan perjalannya mencari tengkuyung sampai menemukan pondok Nenek itu dan mendapatkan  kekayaan itu. Nah, kalau begitu saya pun mau juga pergi mencari tengkuyung, kata Dogak.

Tanpa berpikir panjang esok harinya pergilah Dogak mencari tengkuyung hingga sore. Dogak  juga menemukan pondok nenek rusa. Hari sudah malam ia mampir ke tempat Nenek Rusa. Nek aku mau nginap di sini, kata Dogak. Boleh silakan, kata Nenek Rusa.

Setelah beberapa lama, beristirahat Dogak di pondok Nenek Rusa. Seperti  Damia, Dogak pun di tawari masak oleh Nenek Rusa. Namun Dogak seperti tamu besar di rumah Nek Rusa ia minta agar untuk sayur buah nangka yang menjelang masak dan ayam yang besar.  Nenek Rusa memenuhi permintaan Dogak.

Setelah masak mereka makan malam dan sehabis makan malam Nenek Rusa mengajak Dogak tidur. Sebelum tidur Nenek Rusa selalu berpesan dulu dengan orang yang tidur bersamanya. Nanti malam jangan ribut sebab saya banyak anak dan cucu beranjak remaja, kata Nenek Rusa. Dogak pun mendengar perkataan Nenek Rusa itu. 

Setelah malam menjelang tidur, datanglah anak-anak dan cucu-cucu Nenek Rusa sangat ribut. Dogak tidak bisa tidur, dan ia marah. Disini tidak bisa tidur rupanya, sangat ribut, sangat bising,” kata Dogak.

Semalaman Dogak ngomel karena tidurnya terganggu. Tidak terasa hari sudah pagi. Kata Nek Rusa, kalau mau pulang nungu makan, aku pergi ke hutan dulu sebentar. Setelah makan Nek Rusa pun datang di hutan dengan membawa barang seperti yang diberikan kepada Damia kemarin. 

Barang-barang ini untuk di bawa pulang, kata Nek Rusa. Sampai dirumah kalau ada lobang tolong di tutup, dan pintu juga di tutup, pesan Nek Rusa. Mendengar pesan itu Dogak sesaat melamun aku bakal kaya pikirnya ia pun pulang dengan membawa baran-barang itu. Sampai di rumah Dogak mengikuti perintah Nenek Rusa. Semua lobang di tutup dan pintu di tutup. Setelah dia menutup semua lobang tadi baru Dogak membongkar pengambinnya yang berisi banyak barang-barang tadi.

Betapa terkejutnya Dogak ketika membuka pengambinnya, keluar semua serangga yang berbisa. Dogak panik karena dugaannya salah. Dengan kepanikannya itu, Dogak tidak bisa keluar dari rumah sehingga dia mati di gigit oleh serangga berbisa tadi. (Frans Lakon)

Hits: 54

TINGGALKAN KOMENTAR