: - Sunday, 28-11-2021

Oleh Paulus Florus

Virus corona (covid-19) itu seperti hantu. Tidak kelihatan, tetapi dapat membunuh kita dengan cara yang keji menyakitkan.  Karena itu, kebanyakan kita sangat takut kepada covid-19 itu. Padahal, kematian akibat covid-19 itu relatif sedikit dibandingkan dengan kematian akibat penyakit lain. Dan normalnya hanya sekitar 3 % saja penderita meninggal. Artinya dari 100 orang yang terinveksi, ada 3 orang meninggal, dan 97 orang lainnya sembuh. Di Indonesia, sekarang ini memang 8% meninggal, karena kombinasi akibat penyakit-penyakit lain, seperti darah tinggi, diabetes, stroke, ashma, dan sebagainya.

Sebagai perbandingan, kita lihat data kematian di Indonesia berikut ini. Akibat diare, sekitar 2 juta anak meninggal tiap tahun. Akibat TBC ada sekitar 67.000 kematian setahun. Narkoba menyebabkan kematian sekitar 652.000 setahun. Dan kecelakaan lalu lintas membunuh sekitar 26.000 orang setahun. Sedangkan covid-19 ini, sampai minggu pertama Juli 2020 korbannya 3.171 orang.

Jadi tenang saja. Tetap berperilaku hidup sehat, bekerja dengan gembira dan penuh semangat. Kebiasaan hidup sehat mencakup kebersihan, makan-dan minum yang sehat, rajin berolah raga, cukup istirahat, gembira dan pikiran tenang, rajin berdoa dan bersyukur. Kebersihan mencakup kebersihan badan dan lingkungan rumah/kantor. Makan dan minum yang sehat. Tidak semua makanan enak itu sehat. Mie instan, kegemaran para aktivis CU karena enak maknyos, tapi jelas tidak sehat. Anda boleh konsumsi mie instan paling banyak sebungkus dalam seminggu. Namun, sedapat mungkin berhenti saja. Minuman seperti arak dan semua minuman kaleng juga tidak sehat. Jumlah makanan juga menentukan kesehatan. Kebanyakan makan nasi dan daging menjadi tidak sehat. Tidak boleh kelebihan. Olahraga penting untuk meregenerasi sel-sel tubuh kita. Cukup 30 menit sehari, 3 kali dalam seminggu. Ada yang berpikir, “Saya sudah sibuk bekerja di kebun, buat apa olah raga lagi?” Itu tidak sama. Olah raga, disengaja untuk menggerakkan semua otot secara baik dan benar. Instirahat secukupnya: tidur malam sekitar 8-10 jam. Lagu Begadang boleh dinyanyikan, tetapi jangan dipraktikkan. Pengaruh pikiran dan perasaan terhadap kesehatan semakin jelas dari berbagai survey. Orang yang hatinya gembira, pikiran tidak kacau, banyak tertawa, suka bergurau, cenderung lebih sehat. Lalu, berdoa untuk mensyukuri diri sendiri. Juga mensyukuri adanya CU, pekerjaan dan penghasilan,  keluarga dan teman-teman. Semua itu mendukung kesehatan.

Anjuran Pemerintah, supaya kita rajin cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak/menghindari kerumunan tentu harus ditaati, sampai menjadi kebiasaan. Itu bukan hanya untuk mencegah Covid-19, tetapi juga untuk mencegah berbagai penyakit lain. TBC, Flu, Diare, Kholera, Ashma, Diabetes, Malaria, dapat dicegah dengan perilaku hidup sehat.

Berikut tentang kecelakaan lalu lintas. Saya prihatin mendengar ada cukup banyak aktivis CU suka ngebut bila berkendaraan. Mungkin supaya kelihatan gagah dan berani. Tidak sadar bahwa itu mengundang maut. Apalagi bila kendaraan tidak diperiksa yakin dalam kondisi baik.

Teman-teman, tetaplah menjaga kesehatan, dan bekerja dengan penuh semangat. Kesehatan adalah “KEKAYAAN” pribadi kita yang paling berharga. Kesehatan menentukan kesejahteraan dan kebahagiaan. Itulah tujuan akhir kita ber-CU.  Apa gunanya menabung sampai uang banyak, tetapi tidak sehat? Apa gunanya makan dan minum yang enak sesaat, tetapi membuat penderitaan seumur hidup? Apa gunanya bangga mengebut di jalan, lalu kecelakaan yang mengakibatkan cacat total? Selamat melayani. (Penggiat Credit Union Indonesia)

Hits: 52

TINGGALKAN KOMENTAR