: - Tuesday, 13-04-2021
  • 2 tahun yang lalu / Website resmi CU. Semandang Jaya Hits: 0

Kota indah begitulah sebutan kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan tengah. Pagi itu cuaca cerah seakan menjadi saksi bisu cerita antara saya dan seorang ibu yang bernama selmiah (60). Di usianya yang tak lagi muda, sosok yang sederhana, rendah hati, dan juga pekerja keras.

Hari itu, dia menempuh perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda dua menempuh jarak sekitar 70 km  dari  kediaman menuju Nanga Bulik untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Setibanya di Nanga Bulik, dia berjalan kaki dari pasar menuju Kantor CUSJ Cabang Nanga Bulik yang beralamat di jl. A.Yani Trans Lokal Rt.12 dengan jarak tempuh 5 km untuk menabung. Setibanya di kantor, tidak terlihat kelelahan melainkan raut wajahnya terlihat bersemangat dan bahagia.

Dalam hati kecil saya mengatakan “sungguh luar biasa perjuangan ibu ini, padahal umur sudah tidak muda lagi” bukan hanya karena saya menjaga profesionalisme sebagai aktivis CU, melainkan atas dasar kemanusian saya sangat berempati dan kagum pada sosok orang tua ini. Secara spontan dan rasa kasih saya menatap wajahnya sembari senyum dan langsung menyuguhkan minuman, karena sepertinya dia kehausan. Dia pun  minum dan berujar, “terima kasih nak,” ungkap Ibu Selmiah.  

Menjadi aktivis CUSJ harus mampu memberikan kualitas pelayanan yang sama tanpa mengenal status dan latar belakang anggota. Pelayanan yang maksimal seperti layaknya tuan rumah melayani siapa pun tamu yang datang, apalagi terhadap orang tua sudah selayaknya kita melayani dan menghormati layaknya kasih seorang anak pada orang tua.

“Saya datang mau menabung. Meski saya sudah tua, menabung itu penting. Tidak harus menunggu saat uang lebih, harus mampu membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Itulah prinsip hidup yang saya jalankan. Jadi saya berusaha untuk selalu menyisihkan setiap pendapatan untuk ditabung,” ungkap Ibu Selmiah bersemangat.

Setelah selesai menyetor uang tabungannya, kami pun bercerita tentang manfaat menjadi anggota CUSJ. Dia semangat bercerita dan akhirnya dia berpamitan karena ada keperluan yang masih harus dia lakukan. Karena saya tahu berjalan kaki, saya langsung menawarkan diri untuk mengantarnya.

Pada hari itu saya merasa bangga bukan karena kewajiban saya sebagai aktivis CUSJ sudah melayani anggota dengan sebaik mungkin seperti pada anggota-anggota lain pada umumnya, melainkan karena kasih yang tumbuh dalam hati yang paling dalam bisa dipertemukan dengan sosok seorang Ibu Selmiah yang memiliki semangat dan prinsip hidup yang bersahaja,  yang menjadi inspirasi bagi kami anak-anak muda saat ini. Semoga tetap sehat Ibu Selmiah.*PETRUS MONGAN

Hits: 18

TINGGALKAN KOMENTAR