: - Sunday, 28-11-2021

Pusat Koperasi Kredit Khatulistiwa (Puskhat) rutin menyelenggarakan Pelatihan Supervisor Development Program (SDP). Tahun ini ditengah pandemi Covid-19, tetap dilaksanakan pada September sampai November dengan menerapkan protokol kesehatan standar yang dianjurkan oleh pemerintah. Pelatihan SDP angkatan ke-7 ini pesertanya tak hanya diikuti oleh CU primer anggota Puskhat saja, melainkan juga dari Pusat Koperasi Sejahtera Bersama Kalimantan Selatan. Tema kegiatan adalah like a bee atau jadilah seperti lebah, karena lebah adalah hewan unik, penghasil madu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, berperan penting dalam keberlangsungan ekosistem alam. Jadi aktivis CU harus seperti lebah, memberikan manfaat melalui CU-nya masing-masing dalam upaya peningkatan derajat kehidupan ekonomi masyarakat.

Peserta Pelatihan SDP

Seluruh kegiatan teori dipusatkan di Puskhat Training Center di Pontianak. Untuk kegiatan prakteknya dilakukan dengan mengunjungi beberapa tempat. Selain itu, peserta juga belajar tentang leadership (kepemimpinan) dan bela negara yang dilaksanakan selama 6 hari di Batalyon Armed 16 Komposit Ngabang, Kabupaten Landak. Disini peserta di gembleng secara fisik maupun mental ala militer.

CU Semandang Jaya (CUSJ) kali ini mengutus 3 orang perwakilan untuk mengikuti pelatihan ini yaitu Donatus Bandi Wijoyo, Yeni Rosalina dan Pidelius Edo. Ketiga orang ini adalah aktivis muda CUSJ yang saat ini menduduki posisi manager kantor cabang dan sekaligus sebagai perwakilan 3 area pengembangan CUSJ.

Banyak kesan positif yang dirasakan oleh 3 orang aktivis CUSJ ini selama mereka mengikuti pelatihan ini. Menurut pengakuan Bandi Wijoyo, ia sangat senang dan merasa beruntung bisa dipilih untuk mengikuti pelatihan ini. “Pelatihan SDP ini merupakan sebuah pelatihan yang sangat di tunggu-tunggu selama saya menjadi aktivis CUSJ, karena dari materi yang dipelajari sangat berguna bagi pengembangan diri saya sebagai aktivis. Saking bersemangatnya, saya rela meninggalkan keluarga anak dan istri selama 3 bulan lamanya,” ungkap Manejer Kantor Cabang Balai Berkuak yang juga mahir bermain bola volly ini.

Lain lagi dengan Pidelius Edo, ia merasa sangat beruntung dan bersyukur karena sudah di tunjuk oleh bagian Departemen HRM CUSJ. “Dari ratusan staf managemen CUSJ, saya merasa beruntung sekali dapat ambil bagian dalam proses pengembangan diri, sebuah anugerah buat saya, dan saya berjanji akan mengikuti pelatihan ini dengan baik serta akan membawa perubahan positif di CUSJ dengan menerapkan semua ilmu pengetahuan yang saya peroleh selama di pelatihan,” pungkas Manager KC Simpang Ampar ini.

Yeni Rosalina, utusan perempuan dari CUSJ, juga merasa sangat bangga dan berterima kasih kepada CUSJ yang telah memberikan kesempatan emas dengan mengikuti pelatihan ini. “Saya merasa sangat senang sekali telah dipercaya sebagai utusan khususnya dari area tiga (Kalteng) karena telah diberi kesempatan untuk mengupdate ilmu serta mengembangkan diri dan memperkaya wawasan khususnya di bidang pemberdayaan credit union. Saya juga merasa sangat senang karena dapat berjumpa dengan teman-teman aktivis CU yang berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan lainnya,” ungkap Manager KC Pangkalan Bun dengan wajah berseri-seri.

Pengakuan dari peserta pelatihan asal CUSJ ini selaras dengan apa yang diharapkan oleh para fasilitator pelatihan. “SDP merupakan sebuah persiapan dan pembekalan untuk para manager dan calon manager CU primer anggota Puskhat. Mereka harus memiliki skill teknis dan skill memimpin sebuah organisasi, jadi kiat-kiat mengelola dan memimpin kantor cabang dilatih dalam SDP ini. Harapannya, kehadiran lulusan SDP memberi nilai tambah, perubahan positif serta memiliki pola pikir “kaya” dan dapat mengembangkan organisasi CU-nya masing-masing,” tegas Munaldus yang juga sebagai Penasehat Puskhat ini.

Kemudian Primus Segang Lase juga menyampaikan maksud dan tujuan dari pelatihan ini. “Pelatihan non reguler supervisor development program (SDP) adalah program pelatihan yang dirancang oleh Puskhat untuk para staff CU yang saat ini berada pada posisi manajemen lini pertama (first line manajemen). Pelatihan yang diberikan memang dirancang untuk mempersiapkan para lulusan ini untuk menjadi pemangku jabatan, Branch Manager sampai Kepala Departemen,” ungkap Primus yang juga sebagai Manejer Puskhat ini.

Peserta Pelatihan SDP dari CUSJ

Kemudian Primus menambahkan harapannya dari pelatihan ini agar para lulusan program SDP bisa menjadi staf handal (star employee) di lembaganya masing-masing dengan menerapkan ilmu yang sudah mereka peroleh selama ini. “Menjadi agen perubahan, serta memberi contoh keteladanan dan kepemimpinan karena pada setiap mata training para peserta sudah dibekali dengan knowledge, skill, attitude) dan menyeimbangkan kinerja otak kiri dan otak kanan. Selain itu juga, para lulusan SDP ini diharapkan bisa menjadi mata dan telinga Puskhat terhadap masalah-masalah yang dihadapi CU primer di lapangan,” harapnya saat ditemui disela-sela kesibukanya sebagai GM Puskhat. *WIJOYO VAN GAVA

Hits: 17

TINGGALKAN KOMENTAR