: - Sunday, 28-11-2021

Yanto (54) seorang wiraswasta bergabung dengan CUSJ diawal  tahun 2020 saat mendengar sosialisasi dan motivasi yang dilakukan CUSJ KC Pangkalan Bun di kediamannya yang beralamat di Pangkalan Bun, Kecamatan Arut Selatan,            Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.Ia juga mengajak keluarganya bergabung. Pada Mei lalu dia meminjam untuk modal usaha. Berkat pinjaman itu ia berhasil membangun beberapa usaha miliknya. Ia yang juga ketua jemaat di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) adalah salah satu anggota aktif. Ia sangat bersyukur bisa menjadi bagian keluarga besar CUSJ karena dengan menjadi anggota ia sangat terbantu. Ia berharap banyak orang memilih bergabung dengan CUSJ sebagai pilihan untuk menata keHidupan Ekonomi Rumah Tangga.

Yanto, Pengusaha

Suroto  (44) begitulah panggilan akrab lelaki asal Desa Batu Hambawang, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah ini. Ia adalah sosok petani yang gigih mengelola lahan  miliknya seluas 4 hektar untuk kebun sayur. Bergabung menjadi anggota CUSJ sejak 2017 lalu melalui Kantor Cabang Nanga Bulik, ia kemudian mulai berpikir untuk bisa membangun usaha keluarga agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Dalam perjalanan mengembangkan usaha kebunnya banyak sekali hambatan yang ia hadapi, terutama masalah modal. Namun  setelah menjadi anggota CUSJ persoalan tersebut dapat diatasi.“Melalui produk pinjaman Green Economic, saya gunakan itu untuk modal usaha. Saya bersyukur dan tidak menduga sekarang usaha yang saya rintis yang dulunya hanya bermodalkan 400 ribu, kini sudah  berkembang sesuai harapan. Terima kasih CUSJ telah memberi solusi kepada saya sehingga kami bisa memiliki usaha keluarga,” ujar Suroto dengan ekspresi bahagia.

Suroto, petani

 Domianus Udan (45) adalah anggota CUSJ KC Balai Semandang yang berdomisili di Selirang, ia bergabung dengan CUSJ sudah cukup lama. Pada awalnya ia adalah Pangkalan Kolektor CUSJ di wilayah Selirang. Udan sejak awal meminjam di CUSJ untuk membangun usahanya. Seiring perkembangan usahanya ia fokus mengurusi usahanya sehingga tidak lagi menjabat Pangkalan Kolektor CUSJ. “Terima kasih kepada CUSJ yang telah hadir memberi solusi keuangan bagi anggotanya secara umum, dan khusus bagi saya tanpa kehadiran CUSJ saya tidak akan mampu membangun jaringan bisnis keluarga saya. Namun dengan adanya CUSJ saya benar-benar terbantu dan bisa berkembang secara finansial.” Ia berharap agar masyarakat lain yang belum menjadi anggota CUSJ segera bergabung karena banyak nilai manfaat yang didapati ketika sudah menjadi anggota.

Udan, pengusaha

Donatus Dadu Wikarta (47) merupakan seorang putra daerah Mungguk Rasa, Desa Balai Pinang, Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Ia merupakan anggota yang sudah menerima manfaat setelah bergabung dengan CUSJ KC Balai Berkuak sejak 2007 lalu. Selama menjadi anggota, ia sudah beberapa kali meminjam utuk mengembangkan usaha yang ia geluti. “Saya merasa terbantu sekali, karena dengan adanya CUSJ saya bisa meyekolahkan anak, membangun usaha rumah burung walet, memiliki kebun sawit pribadi. Bagi saya CUSJ sangat berperan dalam peningkatan ekonomi keluarga kami. Semoga CUSJ tetap tumbuh dan berkembang dan menjadi pilihan masyarakat,” ujar suami  Colen dan ayah dari 3 orang anak perempuan ini.

Dadu, petanai

Hits: 16

TINGGALKAN KOMENTAR