: - Thursday, 25-02-2021
  • 2 tahun yang lalu / Website resmi CU. Semandang Jaya Hits: 0

Ditengah perjalanan menuju salah satu kantor cabang, saya ditelpon oleh salah satu anggota. “Bagaimana bro, aman ndak CU kita di musim Covid ni, soalnya di berita banyak sekali gejolak ekonomi, banyak yang kena PHK juga gara-gara covid ni,” begitu pertanyaan anggota tersebut langsung via telepon. Kemudian saya menjawab langsung, “tenang pak, meskipun kondisi covid sekarang, CU Semandang Jaya pertumbuhannya diatas rata-rata, karena kita merubah strategi untuk mencapai pertumbuhan yang lebih baik. Likuiditas bagus, pertumbuhan anggota dan asset malahan lebih tinggi rasio pertumbuhannya dari sebelum covid, SHU positif, dana stabilisasi juga bagus”, begitu jawaban saya terhadap anggota tersebut. “Oh ya bro, terimakasih informasinya, saya tambah yakin sekarang untuk menyimpan duit di CU Semandang Jaya,” tambah bapak itu.

Nah, kata kuncinya bagi para anggota adalah uang yang mereka simpan di CU haruslah aman, ketika mereka mau menarik dan meminjam uang dananya tersedia. Supaya uang mereka aman tentulah CU nya harus sehat secara keuangan. Ada 19 indikator sehat secara keuangan atau biasa dikenal dengan indikator PEARLS supaya CU aman dan sehat menurut WOCCU (World Council of Credit Unions) yang berkantor di kota Medison, Wisconsin, USA, yang mana semua CU primer yang terdaftar di Puskopdit dan Inkopdit, terdaftar juga di WOCCU. Indikator yang dimaksud diantaranya adalah likuiditas atau uang yang tersedia dengan rasio ideal 10-20% dari total asset, dana stabilisasi atau modal lembaga rasionya 10% dari total asset, pertumbuhan anggota 12% ke atas, pertumbuhan asset diatas laju inflasi, SHU nya harus positif. Pertanyaan lain yang selalu ditanyakan anggota adalah “Apakah simpanan anggota dilindungi oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) seperti di bank ?” Jawabannya Tidak. CU punya cara sendiri untuk melindungi simpanan anggota sesuai ketentuan WOCCU yakni self-regulation. Seperti apa modelnya ? CU memiliki dana cadangan sebesar 10% dari total asset dan dana tersebut tidak boleh dijual dan harus disimpan di lembaga keuangan plat merah.

Fenomena gunung es
Gambar: Fenomena Gunung Es, Sumber:
htttp://www.Google.com

Pengembangan Profesionalisme di CUSJ

Ada tiga kata kunci dalam profesionalisme : Pertama, memiliki keterampilan (skill) yang mumpuni; Skill mengelola bisnis itu bukan the gift, tapi bisa dipelajari. Beda sama ilmu dan kemampuan akademik yang biasanya dipelajari dalam waktu singkat, skill alias ketrampilan itu membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dikuasai. Lihat saja faktanya, menemukan orang dengan kemampuan akademik tinggi bukan hal yang sulit. Sekarang coba carilah orang yang punya lebih dari lima skill sekaligus pasti sedikit jumlahnya. Sering kali porsi meraih kesuksesan berbisnis lebih banyak ditopang dari skill. Jadi tak heran kalau orang yang menguasai skill berbisnis rata-rata menduduki tempat terhormat. Kadang-kadang jadi benchmark/model bagi orang-orang yang ingin sukses. Di CU skill yang harus dimiliki adalah mobilisasi dana, mengelola dana dan menyalurkan dana. Untuk menopang tiga skill khusus tersebut, bisa ditambahkan lagi seperti skill komunikasi, negosiasi, kemampuan manajerial, kemampuan menjual, solutif, kontrol emosi, mengatur arus kas, inovatif dan kreatif. Komunikasi dan negosiasi yang baik dari para aktivis sangat penting untuk memelihara anggota yang ada agar mereka tetap loyal. Selain itu juga dapat berguna untuk merekrut calon anggota. Dengan keterampilan yang hampir merata ini maka pertumbuhan anggota dan asset CU Semandang Jaya mencapai rasio lebih dari 20%, jauh diatas standard PEARLS 12% dan diatas laju inflasi (data CUSJ sept’2020). Di level pimpinan (para Manager), kemampuan manajerial yang mumpuni merupakan modal untuk memajukan organisasi terutama kantor cabang yang dikelolanya. Keterampilan manajerial yang dimaksud antara lain; kemampuan berdelegasi, teknis, konseptual, kepemimpinan, komunikasi, memotivasi, membuat keputusan dan kemampuan dalam membuat perencanaan. Selain itu juga para aktivis CU Semandang Jaya harus mampu memberikan solusi terbaik bagi para anggotanya dalam pengelolaan keuangan rumah tangga, dalam hal ini mereka berfungsi sebagai konsultan keuangan anggota. Ketika muncul setiap persoalan yang dialami anggota, para aktivis CUSJ mampu memberikan solusi-solusi terbaik sehingga jalan keluar yang dihadapi anggota dapat dicapai.

Kedua, memiliki pengetahuan (knowledge) yang lebih. Pengetahuan adalah informasi yang telah dikombinasikan dengan pemahaman dan potensi untuk menindaki; yang melekat di benak seseorang. Pada umumnya, pengetahuan memiliki kemampuan prediktif terhadap sesuatu sebagai hasil pengenalan atas suatu pola. Manakala informasi dan data sekedar berkemampuan untuk menginformasikan atau bahkan menimbulkan kebingungan, maka pengetahuan berkemampuan untuk mengarahkan tindakan. Inilah yang disebut potensi untuk menindaki. Untuk mengelola CU mesti memiliki pengetahuan yang mumpuni. Selain skill, pengetahuan juga adalah modal bagi para aktivis yang mau maju dan sukses dalam karier. Jika aktivis pengetahuannya sangat minim maka sangat berpengaruh terhadap kinerjanya. Dengan demikian aktivis merasa bingung mau melakukan apa, misalnya saja harus menguasai pengetahuan tentang produk dalam mengerjakan tugas di bagian marketing. Nah, jika dia (aktivis) tidak mau belajar dan membaca tentang produk yang ada bagaimana bisa menjual produk tersebut kepada anggota dan calon anggota dengan sukses. Penguasaan produk yang baik akan sangat membantu mereka sukses dalam menjual produk. Sikap yang terus mau belajar ini akan sangat membantu para aktivis CU Semandang Jaya terus berkembang sesuai dengan pola perubahan yang terjadi.

Ketiga, memiliki sikap (attitude) positif yang tentu memenuhi standar nilai-nilai. Sikap adalah segala-galanya (attitude is everything), begitu orang biasa menyebutnya. Hampir di banyak literatur selalu mengatakan bahwa sikap adalah segala-galanya jika kita mau sukses di dunia kerja maupun masyarakat secara umum.  Sikap berperan sangat penting terhadap kesuksesan atau kebahagiaan seseorang. Sejumlah ilmuwan dari universitas terkemuka di dunia mengungkapkan bahwa manusia dapat menggali potensinya secara lebih mendalam dan luas dengan sikap yang positif. Berdasarkan hasil penelitian terhadap ribuan orang-orang yang sukses dan terpelajar, berhasil disimpulkan bahwa 85% kesuksesan dari tiap-tiap individu dipengaruhi oleh sikap. Sedangkan kemampuan atau technical expertise hanya berperan pada 15% sisanya. Sikap mempunyai peran yang lebih besar di bidang bisnis jasa maupun bisnis pemasaran jaringan. Sikap berperan pada 99%, jauh lebih besar dibandingkan peran keahlian yang hanya 1%. Dapat dikatakan bahwa mencapai sukses di bisnis jasa maupun bisnis pemasaran lainnya sangatlah gampang, selama dilakukan dengan sikap yang positif. Pengaruh kekuatan spiritual, impian dan antusiasme terhadap sikap seseorang sikap positif dapat terus ditingkatkan, tentu saja memerlukan waktu cukup lama dan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor spiritual atau kemampuan untuk bersyukur, aspirasi atau kemampuan menciptakan impian dan kekuatan atau semangat dalam diri manusia itu sendiri sangat mempengaruhi sikap seseorang. Faktor-faktor tersebut memberikan kontrol terhadap sikap seseorang dalam memilih respon terbaik atas kejadian-kejadian yang dialami. Bagi para aktivis CU Semandang Jaya sikap yang baik, terutama dalam merespon setiap kejadian-kejadian yang datangnya dari luar sangat menentukan kinerja organisasi. Misalnya saja, ada seorang anggota datang ke kantor dan langsung marah-marah karena bunga tabungannya tidak seperti bulan lalunya. Sebagai seorang aktivis yang memiliki sikap mental yang positif, apakah harus dibalas dengan marah-marah juga ? Jawabanya tentu tidak. Si aktivis yang memiliki sikap mental yang positif harus mampu merespon dengan baik, dengan memberikan penjelasan yang detail, dicek dulu di program dll, sehingga dapat memberikan penjelasan yang komprehensif kepada anggota tersebut. Bisa saja karena ada hubungannya dengan setoran kredit yang tidak penuh sehingga dapat mempengaruhi bunga simpana dan lain-lain.

Dengan pengembangan tiga profesionalisme  yang terus menerus kami kembangkan di CU Semandang Jaya ini yakni, keterampilan, pengetahuan dan sikap yang positif. Maka kami yakin organisasi atau CU Semandang Jaya semakin hari semakin lebih baik, bahkan jauh dari ekspektasi yang kita (lembaga dan anggota) harapkan. Tujuan CU Semandang Jaya yaitu, “Mewujudkan pelayanan keuangan yang berkualitas dengan sumber daya manusia yang profesional dan terciptanya usaha-usaha alternatif anggota dalam mencapai kemandirian ekonomi” dapat kita wujudkan. Seiring dengan tujuan tersebut dapat diwujudkan, jika CUSJ dikategorikan aman dan sehat bagi para nggota untuk berinvestasi. *BLASIUS HENDI CANDRA

Hits: 67

TINGGALKAN KOMENTAR