: - Wednesday, 07-12-2022

Martinus (42) bekerja sebagai petani karet. Keseharianya disibukan dengan aktifitas bertani tradisional layaknya masyarakat pedalaman Kalimantan lainya.

Ia Bersama istri serta ke 3 anaknya tinggal di Dusun Sopan, Desa Nanga Pembunuh, Kecamatan Sekadau Hulu.

Mimpinya sangatlah sederhana, yaitu merubah taraf hidup dan merubah cara bertani yang mana saat ini kebanyakan petani melakukan aktifitas setiap hari bangun pagi, turun ke kebun karet , menoreh, kemudian pergi ke ladang untuk mengerjakan pekerjaan lain. Siklus ini terjadi setiap hari.

Pada Agustus 2014 Ia memutuskan untuk bergabung menjadi anggota CUSJ KC Sekadau. Setelah mendapatkan pendidikan dan motivasi dari staf CUSJ, Ia makin semangat untuk menggapai mimpinya.

Setahun menjadi anggota, ahirnya Ia mengajukan pinjaman untuk membuka lahan pertanian kelapa sawit pribadi. Tidak jauh dari tempat tinggalnya terdapat sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS). Hal ini menjadi alasan mengapa Ia ingin sekali memiliki kebun sawit sendiri.

Berkat kesabaran, keuletan dan kerja kerasnya dalam memelihara kebun, kini dari hasil panen kebun sawitnya, Ia sudah dapat melunasi pinjaman dan Kembali mengajukan pinjaman untuk mempersiapkan asset untuk masa depan keluarga dengan membangun rumah penangkaran burung  wallet.

Dari hasil kebun sawit dan penjualan sarang burung waletnya, kini Ia tidak lagi harus bangun awal untuk pergi menyadap karet setiap hari. Ia lebih fokus merawat kebun sawit sehingga Ia memiliki lebih banyak waktu Bersama keluarga.

“Dulu saya bingung bagaimana cara mewujudkan mimpi ini, rasanya berat jika hanya menggantungkan hidup dengan Bertani karet. Untung ada CUSJ, melalui pendidikan yang diberikan, pola pikir kami terbuka dan saat ini, Puji Tuhan kami sudah menikmati hasilnya”. Ungkap Bapak yang biasa disapa Tinus ini.

Hits: 7

TINGGALKAN KOMENTAR

STATISTIK PENGUNJUNG WEB

  • 1
  • 69
  • 185
  • 198,432

Categories

Archives