: - Wednesday, 22-09-2021

Bergabung sejak 5 tahun lalu, pemuda kelahiran 04 Januari 1992 di Dusun Iloh, Desa Nanga Engkulun, Kecamatan Nanga Taman ini memulai karirnya sebagai staff lapangan di Credit Union Semandang Jaya (CUSJ) Kantor Cabang (KC) Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang.

Pekerja keras dan mudah bergaul menjadikan lelaki yang bernama lengkap Ponsius Rano ini mudah dan cepat diterima di lingkungan dimana pun ia ditugaskan. Seperti yang dia lakukan pada saat mengembangkan KC Kudangan, Kalimantan Tengah. Baginya, semangat bekerja keras disertai sikap baik dan ramah kepada siapa pun adalah kunci bagaimana kita bisa diterima di sebuah lingkungan masyarakat. Berdasarkan prinsip itulah, anak ke-2 dari 3 bersaudara pasangan Antonius Hamdi dan Kresensia Noik ini mampu memimpin pengembangan KC Kudangan dari awal hingga bertumbuh besar seperti saat ini.

Saat ditunjuk memimpin pengembangan KC Kudangan meski belum berpengalaman, Rano mengajak rekan-rekannya untuk kompak dan bekerja sama melaksanakan tanggung jawab yang diberikan kepada mereka. Mereka bekerja berdasarkan target, melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat, melibatkan diri dan membaur dalam setiap momen kemasyarakatan seperti acara adat tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat.

“Dengan keterlibatan kita disetiap momen acara adat di kampung-kampung, menjadikan banyak orang kenal dengan CUSJ. Menganggap bahwa CUSJ peduli dengan kehidupan dan budaya masyarakat sehingga dengan demikian masyarakat akan tulus bergabung menjadi anggota. Itulah setrategi yang kami lakukan. Prinsipnya, mulailah dengan membaur. Karena membaur dengan masyarakat itu mudah apabila kita membuka diri, dan akan terlihat sulit apabila kita menutup diri,” terang Rano.

Didukung tim kerja yang semangat dan saling bekerjasama, sehinga perkembangan dan pertumbuhan anggota dan asset KC Kudangan semakin meningkat dari waktu ke waktu. Sebelum di pindah tugaskan ke KC Sandai, pencapaian KC Kudangan saat di pimpin Rano (Maret 2020) anggota sudah diangka 1.419 orang dan asset Rp. 10,7 milyar. Pada SJ AWARD tahun 2020 lalu, Rano meraih penghargaan sebagai Staff Pemelihara.

Pada 1 maret 2020 lalu, Rano pun mendapat tugas baru dari lembaga CUSJ, ia diminta untuk menahkodai KC Sandai – sebuah kantor cabang dengan anggota dan asset yang jauh lebih besar dari KC Kudangan. “Bagi saya ini tantangan baru yang tak kalah beratnya. Jika di pikir, rasanya belum siap untuk menempatkan posisi ini karena KC Sandai sudah berada di level atas. Apapun alasannya ini adalah penugasan dan harus tetap dijalankan. Saya optimis bisa bekerja dengan kemampuan yang saya miliki untuk mengembangkan CUSJ dimana pun dan kapan pun. Inilah konsekuensinya, bahwa menjadi aktivis itu tidak bisa memilih yang ada adalah siap bekerja dan berusaha,” jelas Rano dengan penuh semangat.

Kemudian Rano menambahkan bahwa dalam tempat yang baru budaya kerja harus dibangun sebaik mungkin. Yang baik akan diteruskan dan yang kurang baik akan diperbaiki. “Saya mengaktifkan budaya dalam bekerja dimana setiap hari kerja harus diawali dengan doa dan breefing, mengevaluasi hasil pekerjaan yang sudah dilakukan, dan memupuk semangat kebersamaan untuk terus meningkatkan produktifitas kerja. Mudah-mudahan kami bisa membawa CUSJ KC Sandai bergerak dan bertumbuh maju lebih baik,” ujarnya.

Rano memang masih terlalu muda untuk memimpin KC besar, tetapi semangat dan kerja keras menegaskan dedikasinya yang tinggi untuk kemajuan CUSJ. Meski hanya tamatan SLTA, tetapi niatnya untuk terus belajar dan menambah etalase pengalamannya jauh telah menjadikannya sebagai tunas-tunas baru yang potensial untuk kemajuan CUSJ kedepan. *FRANS LAKON

Hits: 16

TINGGALKAN KOMENTAR