: - Thursday, 23-09-2021

Tual, begitu sebutan untuk sebuah Dusun yang terletak di Desa Lubuk Batu Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayung Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Dusun Tual khususnya dan Desa Lubuk Batu  pada umumnya merupakan wilayah pengembangan CUSJ wilayah Kantor Cabang Simpang Dua. Jarak tempuh Dari Simpang Dua menuju Tual membutuhkan waktu satu jam dua puluh tujuh menit perjalanan dengan menggunakan sepeda motor, yang situasi jalannya cukup baik walaupun belum semuanya beraspal, karena jalan aspal baru kurang lebih 18,4 km, selebihnya adalah jalan tanah, melewati jalan blok-blok perkebunan sawit dua perusahaan, yaitu PT MKS dan  PT CUS.

Pada 12 Juni lalu, kami menemui salah satu anggota CU Semandang Jaya yang ada di Dusun Tual ini. Adalah anggota perintis di wilayah ini, sangat aktif dalam menabung dan mengangsur pinjaman. Aswan Murni ( 44 ), itulah namanya dan sangat akrab dipanggil Pak Ila, karena anak pertamanya bernama Ila. Pria kelahiran Sambas tahun 1976 ini mengenal CUSJ sejak 2009 lalu dan langsung bergabung menjadi anggota dengan No BA. 0771. Selang beberapa bulan berikutnya, kedua anak dan istrinya juga ikut masuk menjadi anggota CUSJ, sehingga satu keluarga ini dijuluki keluarga CUSJ oleh para tetangganya. Aswan Murni merupakan tokoh yang cukup disegani di Dusun Tual ini, beliau sangat aktif di bidang keagamaan, sehingga dipercaya untuk menjadi pengurus Masjid di Tual.

Seiring waktu berjalan, sebagai anggota CUSJ, Bapak Aswan Murni membantu memperkenalkan CUSJ kepada para tetangga, sehingga orang – orang disekitarnya mulai mengenal CUSJ dan beberapa orang ikut bergabung menjadi anggota. Melihat komitmen dari beliau, maka pada tahun 2018 lalu, Bapak Aswan Murni dipilih menjadi Pangkalan Kolektor CUSJ untuk wilayah Tual. Pemilihan ini dilakukan secara langsung oleh anggota yang ada di Tual ini. Sekarang anggota binaannya ada kurang lebih 300 orang, baik itu anggota saham maupun non saham. Setiap bulannya ada penambahan anggota saham rata-rata 1 orang. “Saya tetap optimis akan mendapat anggota terus setiap bulannya, walau di Tual ini ada lembaga keuangan yang lain,” pungkas Aswan.

Karena kesadarannya yang tinggi dalam ber CU, Bapak Aswan Murni memiliki asset ratusan juta di dalam buku tabungannya. “Saya memang mengutamakan menabung, dari hasil saya berjualan ikan, berkebun sayur, dan kadang-kadang menggesek (membuat bahan bangunan) kalau ada yang memesan bahan bangunan,” kata pak Aswan.

Dari hasil kerja kerasnya ini, pak Aswan juga sudah membangun rumah walet. Dia adalah anggota yang aktif menabung dan mengangsur pinjaman di CUSJ. “Saya sering meminjam di CUSJ untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya, dan setiap kali meminjam pasti untuk keperluan yang jelas. Disamping itu juga saya mengutamakan pendidikan kedua anak saya yang saat ini  ada di Sambas,” pungkas Aswan.

Ketika kami tanya tentang bangunan rumah burung walet dia tersenyum sambil menjawab kalau PNS itu ada gaji pensiunannya, sebagai seorang petani maka harus menciptakan pensiunan sendiri dengan membuat rumah walet dengan harapan bisa menghasilkan.

Inilah sekelumit kisah seorang anggota CUSJ sekaligus sebagai seorang Pangkalan Kolektor di wilayah Kantor Cabang Simpang Dua. Pasti banyak anggota CUSJ ditempat lain yang memiliki pemikiran sama seperti Aswan Murni ini, yang betul – betul memahami prinsip ber CU. ”Saya menjadi anggota CUSJ menaruh harapan untuk mengubah kehidupan keluarga saya menjadi lebih baik,” tegas pak Aswan menutup perbincangannya. *JONSEN RUPINUS 

Hits: 16

TINGGALKAN KOMENTAR