: - Wednesday, 22-09-2021

Agrobisnis perkebunan kelapa sawit semakin prospektif dewasa ini. Banyak anggota masyarakat yang berlomba-lomba terjun membangun usaha kebun sawit pribadi sekalipun memiliki lahan terbatas. Kebanyakan adalah dengan memanfaatkan lahan-lahan yang tidak produktif, yang selama ini tidak tergarap dengan maksimal.

Melihat trend inilah yang kemudian mendorong Rumianto (39), salah satu warga masyarakat Tahak Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat untuk mencoba membangun usaha pribadi dari perkebunan kelapa sawit. Sekarang, dari usaha inilah kemudian Rumianto atau yang lebih dikenal dengan panggilan Atung ini memperoleh penghasilan yang cukup bagi keluarganya dan sudah memperkerjakan 9 orang dalam membantu mengelola kebun sawit miliknya.

Atung bergabung menjadi anggota CU Semandang Jaya (CUSJ) sejak tahun 2008 lalu di Kantor Cabang Balai Berkuak. Diawal menjadi anggota, ia tidak memiliki kebun kelapa sawit, kemudian ia pun berniat untuk mengajukan pinjaman kepada CUSJ sebagai modal untuk membangun usahanya. Pinjaman pertama ia gunakan untuk menambah simpanannya. Setelah pinjaman selesai, beberapa tahun kemudian, ia mengajukan pinjaman kedua. Dan melalui pinjaman inilah ia mulai merintis usaha pribadi kebun kelapa sawit.

“Karena CUSJ sudah memberi kepercayaan kepada saya sehingga saya sangat terbantu dengan pinjaman yang diberikan kepada saya,” ujar Rumianto memulai perbincangan.

Perkembangan usaha Atung bertumbuh dengan pesat. Modal awal yang ia dapatkan dari CUSJ ia kelola dengan baik dan sekarang hasilnya sudah bisa di panen. Dilahan yang tidak begitu luas, Atung menanam sawit sekitar 800 pokok dan sudah panen sekitar 500 pokok. Agar hasil lebih maksimal membuat Atung harus memperkerjakan sebanyak 9 orang untuk membantunya dalam mengelola kebun kelapa sawit, yaitu 6 orang sebagai pemanen dan 3 orang di angkutan. Selain menanam sawit, Atung juga memulai usaha angkutan bibit dan buah kelapa sawit dengan membeli mobil dump truck sejak 2017 lalu.

Hasil usahanya ini ia gunakan untuk menggaji karyawan, mengangsur kewajiban di CU, keperluan rumah tangga, dan tidak lupa ia juga menyisihkan uang untuk menambah tabungan TAMAN di CUSJ. Pengalaman sukses ber- CU yang dialami oleh Atung membuat keluarga dan teman-teman yang lain merasa tertarik. Ia menyarankan kepada teman-teman lainnya untuk tidak gegabah dalam mengajukan pinjaman.

“Jangan gegabah untuk mengajukan pinjaman. Hitung dulu dan buat perencanaan yang baik agar pinjaman kita nanti bisa mewujudkan tujuan kita. Misalnya pinjam 1 juta tetapi target pelunasannya itu belum bisa sampai 1 juta. Intinya harus bisa menilai kemampuan diri sendiri,” tambah Atung.

Atung merasa bersyukur bisa bergabung bersama CUSJ. “Berkat CUSJ saya merasa terbantu. Saya bisa memperoleh modal usaha melalui pinjaman dan angsuran pinjaman pun sangat kecil karena dengan sistem bunga menurun. Semakin besar jumlah angsuran maka semakin mengurangi jumlah bunga yang harus dibayarnya setiap bulannya,” jelas Atung sambil menutup pembicaraannya.*YONO VAN GAPA

Hits: 33

TINGGALKAN KOMENTAR