: - Thursday, 23-09-2021
Ahmad Syafiri sedang berjualan mie ayam di depan kantor cabang CUSJ di Nanga Bulik

Pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku dan tatanan kehidupan masyarakat, tak terkecuali usaha mikro seperti yang telah dijalankan oleh Ahmad Syafari (42) atau yang lebih dikenal dengan pangilan pak De Ahmad.

Ahmad Syafiri merupakan salah satu anggota CU Semandang Jaya (CUSJ) Kantor Cabang  Nanga Bulik. Ia bergabung sejak 2017 lalu, setelah mengikuti kegiatan sosialisasi dan motivasi yang dilakukan oleh CUSJ.

Selama ini ia menekuni usaha berjualan mie ayam secara keliling dari rumah ke rumah, gang ke gang, kampung ke kampong. Ia mengaku selama pandemi ini omzet penjualan mengalami penurunan.

“Sejak 4 bulan terakhir usaha saya mengalami penurunan drastis karena sepinya pembeli akibat pembatasan sosial pandemi Covid-19 ini,” ungkap  pria yang akrab dipanggil Paman  Pentol ini ketika mampir ke Kantor Cabang Nanga Bulik.

Lelaki separoh baya yang tampilannya masih enerjik ini adalah sosok pekerja keras, ulet, tabah dan selalu berusaha, pantang menyerah untuk menafkahi  kebutuhan keluarganya sehari-hari. Selain berjualan mie ayam, ia juga melakukan pekerjaan apapun seperti menjadi tukang bangunanan.

Dari pekerjaan yang dilakukannya ia sudah mempersiapkan masa ketika tidak mampu lagi  bekerja.

Sore itu sepulang dari berjualan keliling, ia menyempatkan diri singgah di Kantor Cabang Nanga Bulik. Setiap bulan ia rutin  menyisihkan uang dari penghasilannya berjualan untuk ditabungkan dan membayar pinjaman modal usaha yang sudah ia geluti.  

Dengan ramah dan selalu tersenyum ia bercerita tentang pengalamannya tentang bagaimana membangun usahanya, melayani para pembeli yang baik serta suka dukanya menjalankan usahanya terutama pada masa pandemi  Covid-19 ini.

“Alhamdullilah ya mas, baru-baru ini pendapatan saya mulai meningkat dibandingkan beberapa bulan yang lalu. Omzet penjualan meningkat 50% dari sebelumnya. Omzet atau penjualan yang saya dapatkan per hari bisa mencapai  600 – 700 ribu. Ini berkat pinjaman modal yang dipercayakan CUSJ kepada saya untuk membangun usaha ini,” jelas Pakde Pentol dengan raut muka yang selalu ceria.

“Berkat CUSJ, saya mendapatkan solusi sehingga saya bisa berkembang dengan usaha yang digeluti sekarang ini. Selama menjadi anggota CUSJ saya sudah melakukan pinjaman sebanyak 4 kali,” tambahnya.

CUSJ sesuai misi sosialnya Menjadi Credit Union terdepan dalam pelayanan dan mampu memberikan solusi keuangan Anggota, ini membuktikan bahwa Credit Union (CU) tidak hanya fokus pada kinerja keuangan tapi yang paling penting adalah kinerja sosial (Social performance)  sebagai proses pemberdayaan anggota di tandai dengan pendapatan meningkat hingga pada akhirnya kualitas dan taraf hidup meningkat. CUSJ memiliki produk dan  layanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota saat, ini antaranya adalah produk pinjaman usaha produktif, dan layanan transaksi keuangan secara online, real time dan fleksibel.

Usaha mie ayam pak Ahmad  Syafari merupakan satu diantara masih  banyak anggota yang sangat merasa terbantu dengan modal dengan pemanfaatan produk pinjaman usaha produktif di CUSJ.

 “Saya sanggat bersyukur saya bergabung dengan CUSJ tahun 2017 yang lalu dan kini saya sangat merasakan manfaatnya,” ujarnya menutup pembicaraan.*OKTAVIANUS ARDI

Hits: 45

TINGGALKAN KOMENTAR