: - Thursday, 23-09-2021
Antonius Muin di Depan Tugu Danau Belibis

Danau Belibis terletak di Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, tidak jauh dari pinggir jalan Trans Kalimantan. Sebelum sampai di Danau Belibis, para pengunjung akan melewati hutan gaharu yang ditata rapi mengitari sisi kiri dan kanan jalan. Sampai di Danau Belibis pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan yang indah mempesona. Danau Belibis yang dulunya bekas kerusakan alam kini ditata dengan indah oleh sang pemilik, Antonius Muin (42).

Menurut Muin, tempat ini dahulunya adalah areal persawahan, kemudian pada 1980-an, tempat ini dijadikan areal PETI (Pertambangan Emas Tanpa Ijin) yang digarap oleh masyarakat setempat. Tetapi setelah aktivitas PETI itu selesai, areal ini berubah menjadi sebuah danau. “Dulu tempat ini tidak terawat dan jarang dikunjungi orang kecuali hanya para pemburu yang datang untuk memburu Burung Belibis yang koloninya mencapai ribuan ekor,” terangnya.

Lalu Muin tertarik untuk mengelola tempat ini menjadi sebuah tempat wisata. Karena lokasi daerah ini adalah tanah warisan dari orang tua, maka kemudian ia mulai merintisnya pada 2010 lalu dengan menambah luas areal dengan cara membeli tanah masyarakat setempat. “Saya mulai membenahi tempat ini karena yakin bahwa tempat ini akan menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi banyak orang, karena dari tempatnya sangat setrategis dan mudah dijangkau, dan pemandangan danaunya pun cukup menarik untuk menghabiskan waktu liburan para pengunjung,” ujarnya.

Kemudian dia menambahkan bahwa perjuangannya mengelola Danau Belibis hingga seperti sekarang bukan proses yang singkat dan mudah. “Terus terang, dalam perjalanan mengembangkan tempat ini sangat banyak kendala yang  dihadapai, saya hampir merasa tidak sanggup, merasa putus asa, karena banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk membenahi tempat ini. Beberapa tahun usaha saya tidak menunjukkan hasil yang memadai, hingga akhirnya pada tahun 2019  saya mendapatkan solusi untuk semua keluh kesah yang saya alami,” tutur suami dari Susilawati ini.

Dia mengaku setelah bergabung menjadi anggota CU Semandang Jaya (CUSJ) pada tahun 2019 lalu, ia merasa sangat terbantu sekali dalam melanjutkan usaha yang tertatih-tatih ia lakukan sebelumnya. “Saya beserta istri dan anak-anak sangat beruntung mendapatkan kesempatan menjadi anggota CUSJ yang peduli dan mendukung setiap anggotanya dalam membangun usaha keluarga. Saya diberi kepercayaan oleh CUSJ dengan pinjaman modal usaha. Saya dan keluarga kembali bersemangat untuk melanjutkan usaha Danau Belibis ini hingga menjadi seperti sekarang ini,” ungkap Muin dengan wajah bahagia.

Berkat usaha dan kerja kerasnya, sekarang Danau Belibis menjadi tempat wisata alam yang cukup ramai didatangi para pengunjung. Fasilitas dan kenyamanan pengunjung terus ia dikembangkan agar para pengunjung merasa nyaman dan betah menghabiskan waktu liburannya ditempat ini.

Untuk meningkatkan promosi kepada banyak orang, kemudian di pintu masuk kawasan Danau Belibis yang tepat persis ditepi jalan raya Trans Kalimantan terpampang tugu yang bertuliskan Danau Belibis. Ini dimaksudkan agar setiap orang yang melewati jalur ini mengetahui tempat ini sebagai pilihan wisata yang menyenangkan.

“Disamping menawarkan wisata alam, ada juga makanan kuliner yang dapat dinikmati seperti ikan bakar, berbagai jenis minuman. Dan bagi mereka yang suka tantangan, kami juga menyediakan sepeda air untuk berkeliling danau. Dan untuk keamanan, kami juga menyediakan jaket pelampung untuk digunakan oleh setiap orang yang beraktivitas baik yang menggunakan sepeda air maupun yang berenang di danau,” jelas ayah dari dua orang anak ini.

Harga tiket masuk ke Danau Belibis sebesar 10 ribu setiap orangnya. Dengan harga yang sangat terjangkau ini, maka setiap orang bisa bersenang-senang sepuasnya di kawasan ini selama 1 hari. Mengingat kawasan yang ia miliki sangat luas yaitu 10 hektar, maka kedepan ia  akan terus mengelola wisata alam dengan objek danau ini sehingga menjadi lebih indah dan menarik. Kemudian ia juga berencana akan mengembangkan kawasan ini agar menjadi tempat wisata hutan yang asyik dan menyenangkan siapa pun pengunjung yang datang kesini.

“Saya berharap tempat ini menjadi pilihan masyarakat untuk berlibur bersama keluarga, sahabat dan rekan bisnis. Untuk CUSJ, semoga terus berkembang dan berinovasi agar menjadi pilihan utama masyarakat dimana pun CUSJ hadir dalam mendukung semua anggotanya yang memiliki minat, bakat dalam berbagai bidang usaha, baik itu usaha ritell, bertani, berkebun, berternak, budi daya ikan maupun bidang usaha lainnya,” harap Muin. *JONSEN RUPINUS & MERY

Hits: 401

TINGGALKAN KOMENTAR